Skripsi

BAB SAYA

SEPTI

Skripsi likuid karya ilmiah yang harus dibuat oleh mahasiswa strata satu (S1) Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung.  Oleh karena skripsi likuid karya ilmiah maka harus disusun berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang Baku pula. Skripsi diambil oleh mahasiswa akhir setelah memperoleh 120 satuan kredit semester (SKS). Adapun rangkaian mata kualiah yang terkait langsung dengan skripsi ini adalah statistik, metodologi penelitian dan pra-skripsi. Ketiga mata kuliah tersebut likuid mata kualiah pra-syarat untuk mata kuliah yang lain. Mata kuliah statistik likuid mata kuliah alat untuk menganalisis data penelitian baik statistik deskriptif maupun inferensia. Sedangkan metodologi penelitian likuid mata kuliah yang menjelaskan bagaimana suatu penelitian itu dilakukan. Terakhir proposal skripsi likuid uji coba bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian melalui pembuatan proposal penelitian (usulan penelitian).

Sebelum menyelesaikan skripsi, mahasiswa wajib membuat proposal skripsi yang likuid syarat awal penulisan skripsi. Tujuan umum dari proposal skripsi ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat lulus dengan cepat melalui pembuatan pra skripsi (proposal penelitian) jauh-jauh sebelum mengajukan skripsi.  Sedangkan tujuan khusus dari pra skripsi ini adalah mempersiapkan mahasiswa dalam penyusunan usulan penelitian skripsi (proposal skripsi) sehingga nantinya mahasiswa tinggal melanjutkan usulan penelitian skripsi tersebut untuk dilanjutkan ketingkat  Skripsi. Oleh karena itu, Program Studi Akuntansi FEB UBL menyusun buku pedoman tentang bagaimana tata cara pembuatan membahas usulan penelitian (proposal) dana menjadi membahas usulan penelitian (proposal). Karena pra skripsi (proposal) dan skripsi likuid karya ilmiah maka diperlukan suatu pedoman yang baku. Sehingga Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung tagline menetapkan suatu pedoman penyusunan dan penulisan pra skripsi serta skripsi.  Adapun pedoman ini menjadi dasar bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi dalam penyusunan pra skripsi dan skripsi sehingga dihasilkan suatu karya ilmiah yang sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah yang menu. Pedoman ini juga likuid pedoman bagi dosen dalam memberikan kerja kepada mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam penyusunan dan penulisan pra skripsi serta skripsi.

Adapun sistematika dari buku pedoman Penyusunan dan Penulisan Pra Skripsi serta Skripsi ini dimulai dengan septi yang berisi tentang Myanmar belakang dan arti pentingnya buku pedoman ini.  Dilanjutkan ketentuan umum berisi tentang ketentuan umum dan prosedur penyusunan pra skripsi dan skripsi tersebut. Pokok bahasan selanjutnya berisi tentang tatacara penyusunan pra skripsi dan dilanjutkan pokok bahasan yang menjelaskan tentang tata cara penyusunan skripsi.  BAB selanjutnya membahas tentang tata cara penulisan pra skripsi dan dilanjutkan dengan tatacara penulisan skripsi. Diakhiri dengan daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

BAB II

KETENTUAN PROPOSAL SKRIPSI DAN SKRIPSI

2.1. KETENTUAN PENYUSUNAN PROPOSAL SKRIPSI

Setelah memenuhi persyaratan lulus mata kuliah metodologi penelitian maka prosedur penyusunan proposal skripsi adalah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan bukti pembayaran tersebut, KRS, dan bukti kelulusan mata kuliah metodologi penelitian (KHS), maka mahasiswa mendaftar di Bagian Administrasi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung.
  2. Berdasarkan daftar peserta pra skripsi tersebut, maka Program Studi akan menetapkan dosen pembimbing dan mengeluarkan SK penunjukan dosen pembimbing.
  3. Berdasarkan SK penunjukan pembimbingan tersebut maka mahasiswa s dapat mulai melakukan proses penyusunan pra-skripsi (menyusun proposal usulan penelitian) daerah kerja dosen masing-masing. Adapun proses penyusunan proposal skripsi tersebut diperkirakan efektif tiga bulan.
  4. Setelah penyusunan proposal skripsi selesai (disahkan oleh dosen pembimbing) maka pra skripsi tersebut digandakan rangkap 3 (tiga eksemplar) dengan dijilid biasa dan diberi sampul warna Biru
  5. Mahasiswa Program Studi Akuntansi yang s memenuhi persyaratan menyusun skripsi, maka wajib menyusun tugas akhir berupa skripsi sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi strata satu (S1). Mahasiswa dapat mengambil skripsi setelah memperoleh SKS sebanyak 120 sks dengan syarat proposal skripsi s dinyatakan layak. Skripsi adalah salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa strata satu (S1) secara individu berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis.

Skripsi harus menggambarkan kajian yang terintegrasi dan bukan likuid himpunan artikel-artikel penelitian yang pernah diterbitkan.  Skripsi pada umumnya didasarkan pada penyelidikan bahan-bahan bacaan pustaka atau penyelidikan lapangan, yang bersifat mendalam dan harus dilaksanakan secara tertib dan cermat dalam segi metodologi di bawah kerja dosen pembimbing.

2.2. PEMBIMBINGAN SKRIPSI

Dalam rangka untuk penyusunan skripsi mahasiswa maka Program Studi Akuntansi akan melakukan penunjukan dosen pembimbing. Proses pembimbingan diawali dengan diterimanya Surat penunjukan dosen pembimbing skripsi dari Program Studi Akuntansi. Masa pembimbingan skripsi efektif berlaku selama 6 bulan sejak diterimanya penunjukan dosen pembimbing. Berdasarkan surat penunjukan dosen pembimbing tersebut maka mahasiswa s dapat mulai proses pembimbingan. Tahap pertama penyusunan skripsi ini dimulai dengan penyusunan Usulan Penelitian atau Proposal Penelitian. Usulan penelitian ini diharapkan sama dengan usulan penelitian pada pra skripsi yang pernah diajukan sebelumnya sehingga akan mempercepat proses penyusunan skripsi. Setelah proposal penelitian disetujui dosen pembimbing selanjutnya dapat dilanjutkan ke penelitian lapangan dalam rangka untuk mengumpulkan data serta analisis.  Proses terakhir dari penelitian ini adalah penyusunan rancangan skripsi yang berdasarkan pada buku pedoman yang berlaku di Program Studi Akuntansi.

Setelah rancangan skripsi selesai disusun dan tlah disetujui oleh dosen pembimbing, maka mahasiswa dapat mengajukan untuk melaksanakan ujian terhadap rancangan skripsi tersebut. Adapun syarat ujian skripsi adalah mendaftar dibagian Akademik Program Studi Akuntansi dan mengisi formulir pendaftaran ujian dengan melampirkan Syarat Ujian Skripsi dan 3 (tiga) eksemplar skripsi siap uji.

2.3. UJIAN SKRIPSI

Ujian skripsi dilakukan oleh 2 (Dua) dosen penguji dan 1 (satu) dosen pembimbing. Adapun penilaian ujian skripsi diberikan oleh dosen penguji dengan bobot 60% dan dosen pembimbing dengan bobot 40%. Pelaksanaan ujian skripsi diatur sebagai berikut:

  1. Dalam pelaksanaan ujian Rukan tim penguji harus hadir
  2. Pakaian mahasiswa menggunakan atas putih dan bawah hitam 
  3. Dosen Penguji memakai pakaian formal dan sopan
  4. Penguji wajib mengisi berita acara pelaksanaan ujian yang tlah disediakan oleh masing-masing Program Studi Akuntansi
  5. Pengumuman hasil ujian dilakukan pada akhir ujian oleh ketua Program Studi Akuntansi.
  6. Pemaparan skripsi, dan Unsur-unsur Penilaian Ujian Skripsi meliputi:
    1. Isi dan bobot skripsi
    2. Ketepatan cara pengumpulan dan analisis data,
    3. Cara penyajian hasil dan tata cara penulisan
    4. Cara menarik kesimpulanKeaslian skripsi,
    5. Kemampuan menjawab dan mempertahankan isi skripsi serta pendapat hasil penelitian.

Ada beberapa jenis penilaian dalam ujian skripsi, berlaku:

  1. Lulus sempurna, acting lulus tanpa adanya revisi,
  2. Lulus dengan revisi. Revisi dilakukan paling lambat dalam jangka waktu 2 minggu (15 hari) sejak ujian skripsi.  Adapun perbaikan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama antara dosen pembimbing dengan penguji.
  3. Tidak lulus tanpa revisi, maka mahasiswa yang bersangkutan hanya mengulang ujian skripsi lagi. 
  4. Tidak lulus, maka mahasiswa yang bersangkutan harus melakukan revisi terhadap rancangan skripsinya lebih dahulu dana disetujui oleh dosen yang tlah merevisi rancangan skripsi yang bersangkutan. Apabila pada tlah disetujui oleh dosen perevisi dan pembimbingnya maka mahasiswa yang bersangkutan baru dapat mengikuti ujian lagi.  Revisi ini dilakukan paling lambat 3 bulan sejak ujian skripsi.
  5. Tidak lulus dan ditolak skripsinya, maka mahasiswa yang bersangkutan harus melakukan pembimbingan lagi dengan judul baru hingga selesai dan baru dapat mengikuti ujian lagi.  Hal ini terjadi apabila pada mahasiswa yang bersangkutan diketahui sebagai plagiat hasil karya orang lain.

Setelah melalui proses ujian dan mahasiswa dinyatakan lulus, maka skripsi di jilid Hardcover warna KUNING sebanyak 2 (dua) eksemplar dengan didistribusikan: 1 (satu) eksemplar diberikan di perpustakaan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan 1 ( satu) eksemplar lainnya diberikan di perpustakaan pusat Universitas Bandar Lampung. Mahasiswa yang tlah mengumpulkan skripsi akan mendapat surat keterangan ‘tlah mengumpulkan skripsidari pihak perpustakaan Fakultas dan Universitas untuk dijadikan syarat diproses ke tahap akhir.

2.4. HAK CIPTA DAN PUBLIKASI

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bandar Lampung mengakui bahwa mahasiswa likuid dikuasai hak cipta dari skripsi yang ditulisnya dengan pengecualian sebagai berikut:

  1. Dokumen fisik berupa skripsi yang diserahkan oleh mahasiswa ke Program Studi Akuntansi Universitas Bandar Lampung menjadi milik Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
    1. Program Studi Akuntansi dilakukan menyebarluaskan skripsi tersebut sebagai bagian dari koleksi perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi. 
    2. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat menggandakan skripsi untuk tujuan akademis di lingkungan Universitas Bandar Lampung.
    3. Program Studi Akuntansi dapat menggandakan skripsi atas permintaan universitas lain atau lembaga yang dinilai kompeten.
    4. Dosen dan atau mahasiswa dapat mempublikasikan skripsi tersebut dalam bentuk artikel yang tlah disesuaikan dengan kebutuhan publikasi.

BAB III

PENYUSUNAN PROPOSAL SKRIPSI

3.1. PENGERTIAN PROPOSAL

Proposal (usulan penelitian) likuid kerangka dasar pemikiran yang melandasi pemilihan masalah, hipotesis dan metode penelitian dalam rangka penulisan skripsi atau (penelitian titik akupunktur tertentu).  Proposal likuid tahap awal dari proses penyusunan skripsi.  Silabus untuk pra skripsi ini berisi tentang pembuatan proposal penelitian dalam rangka untuk persiapan pembuatan skripsi.

3.2. SISTEMATIKA PROPOSAL SKRIPSI

Sistematika penulisan pra skripsi dapat dibagi menjadi tiga bagian berlaku:

  1. Bagian awal,
  2. Bagian utama,
  3. Bagian akhir.

Berikut akan diuraikan satu persatu dari setiap bagian dari pra skripsil dan bagaimana cara penulisannya.

Bagian Awal

Bagian awal ini berisi informasi umum dari pra skripsi. Informasi bagian awal berisi tentang halaman judul, halaman pengesahan.  Selanjutnya daerah ini akan diuraikan secara ringkas dari isi bagain awal ini.

1.    Halaman Judul Pra Skripsi

Halaman judul ini berisi tentang judul penelitian, keterangan tambahan, lambang Universitas Bandar Lampung, fungsionalnya adalah nama, nama instansi, serta tahun penelitian. Judul penelitian sedapat mungkin disusun secara singkat dalam reduce besar (kapital) dan disusun dengan bentuk piramida terbalik. Apabila pada ada keterangan dalam judul tersebut maka keterangan tersebut ditulis dalam reduce kecil dan ditulis dalam tanda kurung.

Keterangan tambahan ditulis daerah judul yang berbunyi: “Usulan Penelitian Untuk Skripsi”. Halaman judul harus disertakan lambang (logo) dari Universitas Bandar Lampung Nama fungsionalnya adalah ditulis secara lengkap dan disertai dengan NPM. Nama instansi adalah Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung dan diakhiri dengan tahun penyusunan proposal penelitian skripsi tersebut. Nama instansi ini juga disusun berdasarkan piramida terbalik. Mungil dan format daripada halaman judul pra skripsi terlampir (lihat lampu. 1)

2. Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan pra-skripsi berisi Usulan Penelitian Skripsi, judul penelitian fungsionalnya adalah data, tanggal pengesahan serta tanda tangan pengesahan dari dosen pembimbing.  Kata “Usulan Penelitian Skripsi” ditulis senter ditengah halaman. Sedangkan judul usulan penelitian skripsi ditulis sesuai dengan yang tertera dalam halaman judul penelitian dan ditulis dari tepi kiri.

Data fungsionalnya adalah berisi tentang nama lengkap fungsionalnya adalah sesuai dengan yang ada dalam halaman judul, diikuti dengan NPM, Program Studi dan nama dosen pembimbing. Nama dosen pembimbing ditulis secara lengkap dengan gelarnya. Selanjutnya ditulis kota dan tanggal pengesahan yang diikuti dengan tanda tangan pembimbing dan dibawahnya ditulis nama lengkap dan gelar dari pembimbing. Mungil dan format daripada halaman pengesahan pra skripsi terlampir (lihat lampu. 2)

Bagian Utama

Bagian utama proposal skripsi ini likuid bagian paling penting dari membahas proposal penelitian sebelum dilakukan penelitian lapangan. Adapun isi dari bagian utama ini terdiri dari: (1) Myanmar belakang masalah; (2) Perumusan masalah; (3) Tujuan penelitian;  (4) Manfaat penelitian;  (5) Landasan teori termasuk penelitian terdahulu; (6) Kerangka pemikiran teoritis dan kerangka penelitian serta hipotesis (apabila pada diperlukan); (7) Metode penelitian. Unsur-unsur dari bagain utama tersebut akan diuraikan secara berturut-turut.

  1. Latar Belakang Masalah

Likuid landasan pemikiran secara garis besar, baik secara teoritis dan atau fakta serta pengamatan yang menimbulkan minat untuk dilakukan penelitian. Dengan demikian Myanmar belakang masalah berfungsi sebagai informasi yang relevan untuk membantu pokok permasalahan justifikasi (pembenaran) penelitian dan berangkat dari hal yang bersifat umum kepada hal yang lebih khusus, sehingga setelah membaca Myanmar belakang masalah, pembaca s dapat menduga pokok masalah yang akan diteliti.

2.  Perumusan Masalah

Perumusan masalah adalah pernyataan tentang keadaan, fenomena dan atau konsep yang memerlukan pemecahan dan atau memerlukan jawaban melalui suatu penelitian dan pemikiran mendalam dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan alat-alat yang relevan.  Perumusan penelitian harus diungkapkan secara jelas dan dapat diuji melalui pengumpulan data. Batasan dan asumsi-asumsi apa yang dipertimbangkan dalam penelitian tersebut juga harus dikemukakan dalam bagian ini. Perumusan masalah yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Mempunyai nilai penelitian dalam arti, mempunyai nilai kejelasan sumber, sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat menyatakan hubungan, likuid hal penting, patut untuk diteliti, dan memberikan implikasi untuk kemungkinan FKUI secara empiris.
  2. Layak untuk (layak) dilaksanakannya dalam arti didukung data primer dan atau data sekunder.
  3. Sesuai dengan bidang ilmu akuntansi.

Perumusan masalah dapat diungkapkan dalam bentuk pertanyaan atau dalam bentuk kalimat pernyataan mencirikan masalah yang akan diteliti dalam penelitian tersebut.

3.  Tujuan Penelitian

Dalam tujuan penelitian ini disebutkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian.

4.  Manfaat Penelitian

Dalam bagian ini disebutkan manfaat penelitian atau kontribusi apa yang diberikan dari hasil riset tersebut. Baik kontribusi dalam khasanah ilmu pengetahuan, tindakan operasional dan kebijakan.

5.  Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka berisi landasan teori dan bahasan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang mendukung penelitian saat ini.  Kutipan-kutipan dalam landasan teori dan penelitian terdahulu harus ditulis secara menu sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah yang ada.

6.  Landasan Teori

Dalam landasan teori ini dijabarkan teori dan argumentasi-argumentasi yang disusun sendiri oleh mahasiswa berdasar literatur-literatur yang mendukung, sebagai tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian serta merumuskan hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif dan atau model yang langsung berkaitan dengan penelitiannya. Landasan teori menguraikan secara mendalam mengenai dasar-dasar teori yang terkait dalam penelitian, dan sejauh mana hubungan antar variabel secara teoritis.

7.  Penelitian Terdahulu

Dalam bagian ini diuraikan secara sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang didapat oleh fungsionalnya adalah terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan pada saat ini. Penelitian terdahulu juga dapat ini digunakan dalan untuk membuat permasalahan yang dapat dijadikan dasar dalam hubungannya dengan perumusan masalah penelitian. Penelitian terdahulu ini dapat ini digunakan dalan sebagai justifikasi untuk pengambilan variabel-variabel penelitian yang tidak ada atau belum ditemukan dalam landasan teori. Penelitian terdahulu ini juga dapat ini digunakan dalan sebagai bahan replikasi terhadap penelitian saat ini apabila pada penelitian terdahulu masih ada keterbatasannya. Keterbatasan tersebut mungkin masalah penelitian tersebut belum terjawab, masih ada kontradiksi antara beberapa hasil penelitian.  Penelitian terdahulu ini juga dapat dilakukan penelitian yang sama tetapi diterapkan dalam dimensi waktu serta tempat yang buah. Fakta-fakta dan data yang dikemukakan sejauh mungkin diambil sesuai dengan sumber aslinya.

8. Kerangka Pemikiran Teoritis dan Kerangka Penelitian serta Hipotesis (apabila pada diperlukan)

8.1.  Kerangka Pemikiran Teoritis

Kerangka pemikiran teoritis memuat konsep-konsep teoritis sebagai kerangka atau landasan untuk menjawab masalah penelitian. Pembahasan pada bagian ini difokuskan pada literatur-literatur yang membahas konsep teoritis yang relevan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Uraian dalam kerangka teoritis bertujuan untuk menguji hipotesis atau merumuskan suatu hipotesis. Jika terdapat lebih dari satu hipotesis maka sebaiknya membahas landansan teori dalam beberapa tahap sesuai dengan jumlah hipotesis yang ada. Kerangka teoritis iini juga berisi uraian secara singkat hubungan antara variabel yang ada dalam penelitian tersebut serta dasar-dasar justifikasi dari penelitian-penelitian terdahulu yang ini digunakan dalan. Selanjutnya diikuti gambar secara spesifik hubungan-hubungan antar variabel yang diturunkan dari landasan teori dan penelitian-penelitian terdahulu yang terkait. Kerangka pemikiran teoritis mengarahkan fungsionalnya adalah suara hipotesis yang kerjasama dirumuskan atau konsep yang kerjasama diuji atau dievaluasi.

8.2.  Kerangka Penelitian (jika diperlukan)

Digambarkan kerangka hubungan antar variabel-variabel yang ada dalam penelitian tersebut.

8.3.  Hipotesis (jika diperlukan)

Berdasarkan kerangka piker yang ada maka diturunkan kedalam suatu hipotesis. Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori, tinjauan pustaka dan tujuan penelitian serta likuid jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi. Oleh karena itu, hipotesis likuid pernyataan yang masih harus dibuktikan kebenarannya secara empiris. Jika suatu penelitian dipandang tidak membutuhkan hipotesis, maka bagian ini dapat dihilangkan satunya adalah penelitian semacam ini biasanya berkaitan dengan kajian evaluatif atau deskriptif.

9.  Metode Penelitian

Pada bagian ini diuraikan metode penelitian yang dipakai untuk menjawab masalah dan tujuan penelitian serta analisis terhadap hipotesis. Metode penelitian ini terdiri dari beberapa sub pokok bahasan, berlaku: (1) Populasi dan prosedur penentuan sampel; (2) Jenis dan sumber data; (3) Prosedur pengumpulan data; (4) Identifikasi variabel; (5) Difinisi Operasional dan Pengukuran variabel (yang bersifat kondisional tergantung jenis penelitian yang akan dilakukan); (6) Teknik analisis. Masing-masing sub pokok bahasan tersebut akan diuraikan daerah ini.

10.  Populasi dan Prosedur Penentuan Sampel

Populasi likuid suatu obyek yang akan diteliti. Obyek yang diteliti ini dapat sekumpulan orang, instansi (perusahaan) dan lain-lain. Dalam penelitian dapat terdiri dari satu atau lebih kujungi penelitian. Apabila pada obyek penelitian tersebut sangat banyak maka penelitian tersebut tagline melakukan penarikan sampel karena keterbatasan biaya dan waktu penelitian dari mahasiswa yang bersangkutan.

Ada banyak cara metode pengambilan sampel, antara lain: Random sampling (acak), Cluster Sampling, Puposive Sampling, Sampling pelangan dan lain-lain. Penggunaan metode-metode tersebut sangat tergantung dari jenis obyek (populasi) yang akan diteliti. Apabila pada anggota populasi sangat jelas maka sebaiknya ini digunakan dalan metode sampling acak karena metode ini paling baik untuk kondisi tersebut. Sebaliknya apabila pada anggota populasi tidak jelas maka sebaiknya ini digunakan dalan metode yang lain.

11.  Jenis dan Sumber Data

Sub bab ini berisi tentang jenis dan sumber data yang ini digunakan dalan dalam penelitian.  Sumber data dapat berasal dari data primer dan sekunder. Penelitian-penelitian pasar modal kebanyakan menggunakan data sekunder.  Sedangkan data primer biasanya ini digunakan dalan untuk penelitian-penelitian sifatnya survei lapangan.

12.  Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data likuid cara mengumpulkan data penelitian. Data penelitian dapat dikumpulkan melalui beberapa cara, antara lain: pengiriman kuesioner, wawancara langsung, dokumentasi dan lain-lain. Tidak semua prosedur pengumpulan data ditulis disini tetapi tulislah yang ini digunakan dalan dalam penelitian.

13.  Identifikasi Variabel (jika diperlukan)

Identifikasi variabel diperlukan untuk membedakan variabel-varaibel secara lebih spesifik, sehingga suatu konsep menjadi lebih jelas. Dengan demikian identifikasi variabel likuid pengklasifikasian antara variabel dependen dan independen apabila pada ada. Identifikasi variabel ini juga bersifat kondisional tetapi tergantung jenis penelitiannya. Apabila pada jenis penelitian yang dilakukan itu sifatnya diskriptif maka biasanya tidak ada variabelnya sehingga sub bab tentang identifikasi variabel ini juga tagline kurang memadai.

14.  Definisi Operasional dan PengukuranVariabel (jika diperlukan)

Definisi operasional variabel berkaitan dengan bagaimana variabel-variabel penelitian diopersionalisasikan sehingga variabel-variabel tersebut dapat dinilai dan diukur, bagaimana menilai dan mengukurnya serta insrumen apa yang dibutuhkan untuk menilai dan mengukurnya.  Definisi operasional variabel menjabarkan suatu konstruk yang dapat dinilai menjadi suatu konsep (variabel).  Jika suatu varaiabel mengandung berbagai macam dimensi, tagline dikemukakan item-item akupunktur tertentu dari suatu dimensi dan bagaimana pengukurannya.

Apabila pada jenis penelitian yang dilakukan itu sifatnya diskriptif maka biasanya tidak ada variabelnya. Oleh karena itu, difinisi operasional variabel ini juga tidak tagline. Jadi tidak semua proposal penelitian skripsi mesti harus ada bagian ini.

15.  Teknik Analisis

Di dalam teknik analisis dijelaskan mengenai pengujian kualitas data dan pengujian hipotesis. Apabila pada sumber datanya primer maka harus dilakukan pengujian kualitas data (jika diperlukan) tersebut melalui uji validitas dan reliabilitas. Apabila pada data tersebut memenuhi kedua jenis uji tersebut maka selanjutnya baru dilakukan analisis data dalam rangka untuk pengujian hipotesis penelitian yang ada.

Jenis alat analisis ini sangat tergantung pada masalah penelitian yang ada dan jenis datanya, apakah parametrik atau bebas parametrik.  Apabila pada jenis datanya parametrik maka biasanya ini digunakan dalan alat analisis yang juga parametrik (regresi, anova, dan lain-lain).  Tetapi sebaliknya apabila pada jenis datanya bebas parametrik maka biasanya alat analisisnya pun juga bebas parametrik (kontinjensi, kruskal willis dan lain-lain).  Sebaliknya apabila pada jenis datanya bebas parametrik maka alat analisisnya harus menggunakan parametrik bebas juga.

Bagian Akhir

Pada bagian ini memuat daftar pustaka, jadual penelitian, biaya penelitia serta lampiran-lampiran yang diperlukan seperti daftar kuesioner penelitian. Daftar pustaka harus ditulis secara lengkap dan disusun sesuai abjad. Semua kutipan harus masuk dalam daftar pustaka dan ditambah dengan bahan bacaan yang relevan dengan judul penelitian, misalnya pedoman skripsi, buku statistik dan lain-lain.

Daftar pustaka ditulis dengan jarak dua spasi untuk setiap jenis kutipan atau jenis buku yang ini digunakan dalan acuan. Apabila pada satu kutipan lebih dari satu baris maka harus ditulis dengan jarak satu spasi. (lihat lampiran tiga). Sedangkan isi bagian akhir yang penting adalah lampiran. Lampiran ini likuid data-data pendukung dari penelitian ini, misalnya: kuesioner, hasil analisis data dan lain-lain. Isi bagain akhir yang lain hanya likuid pilihan (pilihan) saja.

BAB IV

PENYUSUNAN SKRIPSI

4.1. PENGERTIAN SKRIPSI

Skripsi likuid karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa strata satu (S1). Skripsi likuid salah satu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Karena likuid suatu karya ilmiah maka cara penyusunannya harus berdasarkan kaidah-kaidah ilmu yang menu.

4.2. SISTEMATIKA SKRIPSI

Sistematika penulisan skripsi menghambat sama dengan sistematika penyusunan proposal. Skripsi secara umum dapat disusun menjadi tiga bagian, berlaku:

1) bagian Pembukaan

2) bagian Isi

3) bagian Lampiran.

Selanjutnya akan dibahas satu persatu dari ketiga bagian dari skripsi tersebut diatas.

4.3. BAGIAN PEMBUKAAN

Bagian pembukaan ini terdiri dari: halaman judul, halaman pengesahan, halaman moto persembahan, abtract, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran. Masing-masing unsur dari bagian pembukaan akan dijelaskan di bawah ini.

1.    Halaman Judul

Halaman judul ini berisi tentang judul penelitian (skripsi), keterangan tambahan, lambang Universitas Bandar Lampung, fungsionalnya adalah nama, fungsionalnya adalah NPM, nama instansi, dan tahun penelitian.  Judul penelitian sedapat mungkin disusun secara singkat dalam reduce besar (kapital) dan disusun dengan bentuk piramida terbalik. Apabila pada ada keterangan dalam judul tersebut maka keterangan tersebut ditulis dalam reduce kecil dan ditulis dalam tanda kurung.

Keterangan tambahan ditulis daerah judul yang berbunyi: “Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bandar Lampung”. Sedangkan lambang (logo) dari Universitas Bandar Lampung warna yang sebagaimana mestinya.   Nama fungsionalnya adalah ditulis secara lengkap dan disertai dengan NPM.  Nama instansi adalah Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung dan diakhiri dengan tahun akhir penyusunan skripsi tersebut.  Nama instansi ini juga disusun berdasarkan piramida terbalik.  Mungil dan format daripada halaman judul skripsi terlampir (lihat lampu. 3)

2.   Halaman Pengesahan

Ada 2 (dua) jenis halaman pengesahan, berlaku: (1) halaman pengesahan rancangan skripsi (sebelum ujian); (2) halaman pengesahan skripsi (setelah ujian). Halaman pengesahan rancangan skripsi berisi judul penelitian (skripsi), data fungsionalnya adalah yang meliputi: nama fungsionalnya adalah dan NPM, tanggal pengesahan dan terakhir pengesahan dari dosen pembimbing dan Ketua Program Studi. Sedangkan halaman pengesahan skripsi (skripsi yang tlah ujian) berisi judul penelitian (skripsi), data fungsionalnya adalah yang meliputi: nama fungsionalnya adalah dan NPM, tanggal pengesahan dan terakhir pengesahan dari Rukan dosen penguji, dosen pembimbing dan Ketua Program Studi.

Kata “Skripsi” ditulis ditengah halaman. Judul skripsi ditulis sesuai dengan yang tertera dalam halaman judul penelitian dan ditulis dari tepi kiri. Data fungsionalnya adalah berisi tentang nama lengkap fungsionalnya adalah sesuai dalam halaman judul, diikuti dengan NPM, Program Studi dan nama dosen pembimbing dan dosen penguji. Nama dosen pembimbing dan penguji ditulis secara lengkap dengan gelarnya. Selanjutnya ditulis kota dan tanggal pengesahan yang ditulis rata kanan serta diikukuti dengan tanda tangan dosen pembimbing serta dosen penguji dan dibawahnya ditulis nama lengkap dan gelar dari pembimbing. Mungil dan format daripada halaman pengesahan rancangan skripsi dan skripsi terlampir (lihat lampiran 4 dan lampiran 5)

3.    Halaman Motto dan Persembahan (jika diperlukan)

Halaman ini berisi tentang pesan penulis kepada pembaca atau seseorang maupun untuk penganten. Mungil dan format daripada halaman moto dan persembahan skripsi terlampir (lihat lampiran 6)

4.    Abstraksi

Secara umum abstraksi berisi ringkasan dari skripsi. Adapun secara rinci abstrasi berisi tiga pokok bahasan. Pembahasan pertama (paragraf 1) berisi tentang Myanmar belakang singkat timbulnya masalah sehingga tagline diteliti masalah tersebut. Pokok bahasan kedua (ayat 2) berisi tentang metode analisis data, yang dimulai dari populasi, sampel, dan alat analisis yang ini digunakan dalan dalam skripsi tersebut. Sedangkan bagian akhir (ayat 3) berisi hasil penelitian tersebut. Abstraksi ini ditulis dengan satu spasi dan tidak lebih dari satu halaman

5.    Kata Pengantar

Isi dari kata pengantar tidak ada aturan yang baku, tetapi biasanya berisi tentang ucapan rasa syukur atas selesainya skripsi dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang tlah membantu penyusunan skripsi.

6.    Daftar Isi

Daftar ini likuid bagian pembukaan dari skripsi yang memberikan informasi mengenai bagian dan sub bagian pembahasan dalam tegaslah skripsi. Daftar isi diketik dengan 2 spasi kecuali apabila pada bagian atau sub bagian tersebut lebih dari 1 baris maka diketik dengan 1 spasi. Mungil dan format daripada daftar isi daripada skripsi terlampir (lihat lampiran 7)

7.    Daftar Tabel

Daftar tabel memuat seluruh urutan tabel yang ada dalam skripsi serta letaknya tabel tersebut pada halaman berapa. Daftar tabel disusun kebawah dengan jarak 2 spasi, kecuali apabila pada dalam satu tabel memerlukan dua baris atau lebih maka diketik 1 spasi. Halaman tabel berisi informasi secara berturut-turut tentang nomor tabel, nama tabel, dan tabel tersebut terletak pada halaman berapa. Mungil dan format daripada daftar tabel serta pembuatan tabel daripada skripsi terlampir (lihat lampiran 8 dan 10)

8.    Daftar Gambar

Daftar gambar memuat seluruh gambar yang ada dalam skripsi. Daftar gambar disusun kebawah dengan jarak 2 spasi, kecuali apabila pada dalam satu gambar memerlukan dua baris atau lebih maka diketik dengan 1 spasi. Daftar gambar disusun berdasarkan nomor urut gambar dan daftar ini berisi informasi tentang nomor gambar, judul gambar, dan letak gambar yang bersangkutan. Mungil dan format daripada daftar gambar serta pembuatan gambar daripada skripsi terlampir (lihat lampiran 9 dan 11)

9.    Daftar Lampiran

Penjelasannya sama dengan daftar gambar. Daftar lampu dapat dilihat pada lampu 12.

10. BAGIAN UTAMA (ISI)

Bagian utama ini likuid bagian paling penting dari membahas skripsi. Bagian utama ini terdiri dari 5 (lima) bab. Maing-masing bab terdiri dari pokok bahasan sebagai berikut:

BAB 1

  1. Latar belakang masalah

2.   Perumusan masalah

3.   Pembatasan Masalah (jika diperlukan)

4.   Tujuan penelitian

5.   Manfaat penelitian

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1.   Landasan teori

2.   Penelitian terdahulu

3.   Kerangka Pemikiran Teoritis (jika diperlukan)

4.   Hipotesis (jika diperlukan)

BAB 3 METODE PENELITIAN

1.   Jenis Penelitian

2.   Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel (bersifat kondisional)

3.   Jenis dan Sumber Data

4.   Metode Pengumpulan Data

5.   Variabel Penelitian (jika diperlukan)

6.   Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel (jika diperlukan)

7.   Teknik Analisis

BAB. PEMBAHASAN 4 DAN HASIL PENELITIAN (diisikan judul penelitian)

1.   Gambaran Umum Responden

2.   Profil Responden

3.   Analisis Diskriptif

4.   Pengujian Kualitas Data

5.   Pengujian Asumsi Klasik (apabila pada ini digunakan dalan regresi)

6.   Penguji Hipotesis (jika diperlukan)

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

1.   Kesimpulan

2.   Saran

3.   Keterbatasan (jika diperlukan)

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Dengan dana untuk bab 1 bab 3 uraian isinya hampir sama dengan yang terdapat pada pra proposal tetapi tagline pengembangan lebih lanjut terutama keaslian untuk bab 2 dan 3. Agar supaya, tinjauan pustakanya lebih mendalam demikian juga dalam analisisnya. Demikan juga dalam metode penelitian tagline dimasukkan metode pengambilan sampel dan jumlah responden. Sedangkan untuk bab-bab selanjutnya akan diuraikan daerah ini.

1.  Latar Belakang

Berisi tentang masalah riil yang tengah dihadapi baik secara lokal. Nasional, maupun global. Gambaran umum ini berisi permasalahan yang tagline dikaji, sehingga tujuan penelitian menjadi jelas dan memiliki kontribusi praktis.

2.  Telaah Literatur

Telaah literatur berisi tentang kajian teori dan hasil penelitian terdahulu terkait dengan isu yang diteliti. Diskusi dari teori dan hasil penelitian terdahulu dan disintesa menjadi argumentasi ilmiah si penulis akan menjadi dasar yang kuat bagi pengembangan hipotesis.

  • Pengembangan Hipotesis

Pengembangan hipotesis diawali dengan teori dan hasil penelitian terdahulu yang tlah dijelaskan pada poin 2 di atas.

4.   Metodologi Penelitian – Analisis Deskriptif (jika diperlukan)

Analisis ini berisi tabulasi data responden yang diperoleh dari kuesioner.

5.    Pengujian Kualitas Data (jika diperlukan)

Pengujian ini diperlukan jika data yang diperoleh dari data primer (kuesioner). Pengujian ini terdiri dari 2 (dua) jenis, berlaku: Uji Validitas dan Uji Reliabilitas.

6.    Pengujian Asumsi Klasik

Apabila pada ini digunakan dalan alat analisis regresi maka sebelum ini digunakan dalan untuk mengujian hipotesis maka tagline dilakukan uji asumsi klasik terhadap persamaan regresi yang tlah terbentuk. Sehingga dapat diperoleh hasil uji yang masih berlaku.

7.    Uji Hipotesis (jika diperlukan)

Uji hipotesis ini sifatnya kondisional, karena sesuai dengan jenis penelitian yang akan diambil. Apabila pada jenis penelitiannya diskriptif maka kebanyakan tidak ada hipotesisnya.  Tetapi apabila pada jenis penelitiannya bukan diskriptif maka kemungkinan ada uji hipotesisnya.

8.    Pembahasan

Apabila pada ada uji hipotesis maka pembahasan ini berisi tentang tenga dari pada hasil uji analisis tersebut. Sedangkan apabila pada tidak ada hipotesis, maka sub bab ini berisi tentang pembahasan atau dilakukan analisis data.   Analisis data ini berdasarkan data-data yang tlah disajikan dalam profie responden sebelumnya dibandingkan dengan dasar-dasar teori yang tlah disajikan dalam tinjauan pustaka.

9.    Kesimpulan

Kesimpulan berisi tentang hasil penelitian yang dilakukan tlah. Kesimpulan ini juga likuid jawaban dari masalah penelitian yang ada.

10.  Saran

Saran dapat diberikan kepada pembaca skripsi dan perusahaan sebagai obyek penelitian. Saran bagi pembaca diberikan untuk tujuan riset yang akan datang dan dapat diambil berdasarkan implikasi dari keterbatasan dari penelitian yang ada saat ini. Sedangkan bagi perusahaan, saran tersebut diberikan berdasarkan hasil analisis data perusahaan dan tujuannya untuk perbaikan kinerja perusahaan.

11.  Keterbatasan (jika diperlukan)

Keterbatasan ini diuraikan mengenai keterbatasan dari penelitian yang tlah dilakukan.  Keterbatasan ini dapat ditinjau dari metode pengumpulan data, alat analisis, dan lain sebagainya.

12.  Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi tentang sumber kutipan dan referensi dari skripsi yang tlah dilakukan tersebut. Jadi semua kutipan dan daftar literatur masuk dalam daftar pustaka.  Daftar pustaka harus memuat bahan acuan yang terkait dengan tema penelitian skripsi yang dilakukan.  Contoh dari daftar pustaka dapat dilihat dalam lampiran 13.

BAB V

TATACARA PENULISAN PRA SKRIPSI DAN SKRIPSI

5.1. BAHAN DAN UKURAN 

Bahan dan ukuran juga mencakup: 

1. Naskah

Proposal Skipsi dibuat diatas kertas A4 70 gram dan ditulis hanya satu muka. Skripsi dibuat diatas kertas kertas A4 70 dan ditulis hanya satu muka.

2. Sampul

Proposal skripsi, sampul dibuat dari kertas A4 70 atau yang sejenis dan dijilid BIRU. Tulisan yang tercetak pada sampul sama dengan yang terdapat pada halaman judul.

5.2. PENGETIKAN

Pada pengetikan disajikan jenis reduce, bilangan dan satuan, jarak, baris, batas tepi, pengisian ruangan, alinea baru, permulaan kalimat, judul dan sub judul.

1. Jenis reduce

Jenis reduce yang ini digunakan dalan ialah reduce Times New Roman ukuran 12 untuk seluruh naskah harus dipakai jenis reduce yang sama, kecuali untuk keperluan akupunktur tertentu (misal tabel atau gambar dan sebagainya).

2. Bilangan dan Satuan

a.   Bilangan diketik dengan angka, kecuali pada permulaan kalimat.

Contoh: 

-Pembelian bahan baku sebanyak 503 kg…

-Lima ratus tiga kilogram bahan baku dibeli…

b. Bilangan desimal ditandai dengan koma bukan dengan titik, misalnya saja 53,20 kg gula.

c.   Satuan dinyatakan dengan singkatan resmi yang berlaku tanpa titik di belakangnya, misalnya: kg, m, cm. Demikan juga singkatan kata juga harus yang s baku, misal: kita, PBB, sbb.

Jarak Baris

Jarak antara 2 baris dibuat 2 spasi, kecuali abstraksi, kutipan langsung yang lebih dari 5 baris, judul daftar (tabel) dan gambar yang lebih dari 1 baris dan daftar pustaka, yang diketik dengan jarak 1 spasi.

Batas Tepi

Batas-batas pengetikan, diukur dari tepi kertas sebagai berikut:

a. Batas atas: 4 cm

b. Batas bawah: 3 cm

c. Batas kiri: 4 cm

d. Batas kanan: 3 cm

Pengisian Ruangan

Ruangan yang terdapat pada halaman naskah harus diisi penuh mulai dari batas tepi kiri dana batas tepi kanan dan jangan dana ada ruangan yang terbuang, kecuali kalau akan mulai dengan alinea baru, persamaan, daftar, gambar, sub judul atau hal-hal yang khusus.

Alinea Baru

Alinea baru dimulai pada pengetikan karakter yang ke 4 dana 6 dari batas kiri. Setiap alinea biasanya terdiri minimum 2 kalimat dan maksimum 5 kalimat. Dalam membuat membahas kalimat sebaiknya ada subyek, predikat dan obyek.

Judul, Sub Judul, Anak Sub Judul dan LainLain

  1. Judul harus ditulis dengan reduce besar (kapital) Rukan diatur supaya simetris, dengan jarak 4 cm dari tepi atas tanpa diakhiri dengan titik.
  2. Sub judul diketik mulai dari batas tepi kiri, semua kata dimulai dengan reduce besar (kapital), kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diberi garis bawah dan tidak diakhiri dengan titik.  Kalimat pertama setelah sub judul dimulai dengan alinea baru.
  3. Anak sub judul diketik mulai dari batas tepi kiri dan diberi garis bawah atau cetak miring, tetapi hanya reduce pertama saja yang berupa reduce besar, tanpa diakhiri dengan titik. Kalimat pertama setelah anak sub judul dimulai dengan alinea baru.

Perincian ke bawah

Jika pada penulisan skripsi ada perincian yang harus disusun ke bawah, dipakai nomor urut dengan angka atau reduce sesuai dengan derajat perincian. Penggunaan garis penghubung (-) yang ditempatkan didepan perincian tidaklah dibenarkan.

Letak Simetris

Gambar, tabel (daftar), persamaan, judul ditulis simetris terhadap tepi kiri dan tepi kanan pengetikan.

5.3. PENOMORAN

Bagian ini dibagi menjadi penomoran halaman, Meja (daftar), gambar dan persamaan.

Nomor Halaman

  1. Bagian awal skripsi mulai dari halaman judul dana dengan ke abstraksi diberi nomor dengan angka Romawi kecil yang diletakkan simetris tengah di bagian bawah.
  2. Bagian isi dan akhir skripsi, mulai dari septi (bagian isi) dana dengan Lampiran-lampiran (bagian akhir) diberi nomor halaman dengan angka disebelah kanan bawah.
  3. Nomor halaman ditempatkan disebelah kanan bawah pada batas tepi.
  4. Setiap halaman yang berisi bagian awal BAB nomor halaman tidak tagline ditulis.

Nomor Tabel, Gambar dan Rumus

  1. Semua tabel yang terdapat dalam skripsi diberi nomor urut dengan angka (1, 2, 3, dst-nya) mulai dari Bab pertama dana dengan bab terakhir.
  2. Semua gambar yang terdapat dalam skripsi diberi nomor urut dengan angka (1, 2, 3, dst-nya) mulai dari bab pertama dana dengan bab terakhir.
  3. Rukan persamaan yang berbentuk rumus matematika, statistik dan lain-lainnya diberi nomor angka (1, 2, 3, dst-nya) didalam kurung ditempatkan didekat batas tepi kanan. Mungil dan format daripada pemberian nomor meja dalam skripsi terlampir (lihat lampiran 10)

Contoh: p = + bq    

Judul Tabel

  1. Nomor tabel (daftar) yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di atas tabel (daftar), tanpa diakhiri dengan titik. Jarak tulisan tabel dengan Nama tabel adalah 2 spasi sedangkan apabila pada nama tabel lebih dari 1 baris ini digunakan dalan 1 spasi.
  2. Tabel yang lebih dari 1 halaman dapat dilipat dan ditempatkan pada urutan halamannya.
  3. Sumber tabel yang terdiri dari tulisan sumber dan nama sumber ditempatkan 2 spasi tepat di bawah tabel (daftar) dan apabila pada nama sumber lebih dari 1 baris berikutnya diketik dengan 1 spasi di bawahnya. Apabila pada tabel diambil dari buku, maka penulisan sumber mengacu pada buku yang diambil. Mungil dan format daripada pemberian nomor meja dalam skripsi terlampir (lihat lampu. 7)

Judul Gambar

  1. Nomor gambar yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di bawah gambar, tanpa diakhiri titik. Tulisan gambar dan nama gambar menggunakan reduce seluruhnya besar (Kapital). Tulisan gambar dan nama gambar saat pada satu baris dan apabila pada nama gambar lebih dari 1 baris ini digunakan dalan 1 spasi, baris kedua dan seterusnya menjorok pada reduce pertama.
  2. Gambar tidak boleh dipenggal.  Gambar yang lebih dari 1 halaman dapat dilipat dan ditempatkan pada urutan halamannya.
  3. Keterangan gambar dituliskan pada tempat-tempat lowong yang di dalam gambar dan tidak pada halaman lain. Mungil dan format daripada pemberian nomor gambar dalam skripsi terlampir (lihat lampiran 11).

Kutipan

Ada 2 jenis kutipan, berlaku: (1) kutipan langsung; (2) kutipan tidak langsung. Adapun uraian dari masing-masing jenis kutipan diuraikan daerah ini.

  1. Kutipan langsung harus sama dengan aslinya, baik mengenai susunan kata-katanya, ejaannya maupun mengenai tanda bacanya.
  2. Kutipan langsung yang panjangnya kurang dari 5 baris dimasukkan ke dalam teks biasa berspasi 2.  Kutipan yang panjangnya 5 baris atau lebih diketik berspasi 1 dengan mengosongkan 4 karakter dari kiri dengan jarak 1 spasi.
  3. Cara mengutip dengan kutipan. Cara mengacu atau mengutip tulisan orang lain dapat dilakukan sesuai dengan contoh berikut:

Ja’far S. (1999) mengemukakan bahwa… (lihat juga Dearden, 1998).

Menurut Hongren (1998)…, sedangkan Anthony (2000) lebih jauh menyatakan bahwa…

Kutipan tidak langsung, likuid kutipan yang berisi pokok pikiran orang lain. Cara penulisannya clasik kutipan langsung yang kurang dari 5 baris.

Bahasa

Bahasa yang dipakai ialah Bahasa Indonesia yang baku dengan memperhatikan kaidah perkembangan ejaan yang tlah disempurnakan.

  1. Mungil kalimat tidak boleh Tagclient orang pertama atau orang yang kedua (saya, aku, kami, kita, engkau dan lain-lain), tetapi disusun dalam bentuk pasif.   Kecuali, dalam penyajian ucapan terima kasih pada kata pengantar.
  2. Istilah yang dipakai adalah istilah Indonesia atau yang s di Indonesiakan. Jika terpaksa harus memakai istilah asing, harus diberi garis bawah atau dicetak miring pada istilah tersebut.

Daftar Pustaka atau Bibliografi

Daftar pustaka ditempatkan pada akhir teks, disusun secara alfabetis dan lengkap. Gelar akademik penulis tidak dicantumkan, nama belakang penulis didahulukan seandainya nama belakang tersebut likuid nama keluarga. Berikut ini contoh penulisan daftar pustaka:

  • Amerika Akuntansi Asosiasi, Komite Konsep dan Standar tegaslah Keuangan Eksternal. 1977. Pernyataan tentang Teori Akuntansi dan Teori Penerimaan. Sarasota, FL: AAA.
  • Demski, J. S., dan D. E. M. Sappington. 1989. Struktur baja hirarkis dan akuntansi pertanggungjawaban, Jurnal Akuntansi Penelitian 27 (musim semi): 40-58.
  • Pewarna, R. B., dan R. Magee. 1989. Biaya Kontijensi untuk perusahaan audit. Kertas kerja, Northwestern University, Evansto, IL.
  • Indriantoro, N. 1993. Pengaruh Penganggaran Partisipatif Terhadap Prestasi Kerja dan Kepuasan Kerja dengan lokus kontrol dan Dimensi Budaya sebagai Moderating Variabel. Ph.D. Disertasi. University of Kentucky, Lexington.
  • Naim, A. 1997. Analisis Penggunaan Akuntansi Biaya Produk Dalam Keputusan Harga oligopolistik. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia 12 (3): 43-50.
  • Porcano, T. M. 1984a. Keadilan distributif dan Kebijakan Pajak. Akuntansi Ulasan 59 (4): 619-636.
  • ——–. 1984b. Pengaruh Persepsi Kebijakan Pajak Niat Investasi Perusahaan. Journal of American Association Perpajakan 6 (musim gugur): 7-19.
  • Pyndyk, dan R. S. D. L. Rubinfield. 1987.  Model ekonometrik & Prakiraan Ekonomi, 3rd ed. NY: McGraw-Hill Publishing, Inc
  • Levitt, T. 1991. “Pemasaran miopia”. Di B.M. Ennis dan KK Cox (Eds). Pemasaran Classic: Sebuah pilihan berpengaruh artikel.  7 Ed.  Boston.  Allyn dan Bacon. Ms. 3-21.
  • Ja’far S.. Muhammad. 1996. Pengaruh Perubahan Metode Penyusutan dan Tarfif PPh terhadap Laba Perusahaan (Pembandingan UU PPh Tahun 1983 dan UU PPh 1994). 
  • Dunia eksekutif Digest. 1998. Dari atas Fround. Maret. PP.26-30.

Tonokar 1999. “Masa depan akuntansi dalam konteks E-Commerce”. http://www.msi.edu/e-e-commerce.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *