Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

Skripsi merupakan karya ilmiah yang harus dibuat oleh mahasiswa strata satu (S1) Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung.  Oleh karena skripsi merupakan karya ilmiah maka harus disusun berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang Baku pula. Skripsi diambil oleh mahasiswa akhir setelah memperoleh 120 satuan kredit semester (SKS). Adapun rangkaian mata kualiah yang terkait langsung dengan skripsi ini adalah statistik, metodologi penelitian dan pra- skripsi. Ketiga mata kuliah tersebut merupakan mata kualiah pra-syarat untuk mata kuliah yang lain. Mata kuliah statistik merupakan mata kuliah alat untuk menganalisis data penelitian baik statistik deskriptif maupun inferensia. Sedangkan metodologi penelitian merupakan mata kuliah yang menjelaskan bagaimana suatu penelitian itu dilakukan. Terakhir proposal skripsi merupakan uji coba bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian melalui pembuatan proposal penelitian (usulan penelitian).

Sebelum menyelesaikan skripsi, mahasiswa wajib membuat proposal skripsi yang merupakan syarat awal penulisan skripsi. Tujuan umum dari proposal skripsi ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat lulus dengan cepat melalui pembuatan pra skripsi (proposal penelitian) jauh-jauh sebelum mengajukan skripsi.  Sedangkan  tujuan khusus  dari  pra  skripsi  ini  adalah  mempersiapkan  mahasiswa  dalam  penyusunan usulan  penelitian  skripsi  (proposal skripsi) sehingga  nantinya mahasiswa tinggal melanjutkan usulan  penelitian  skripsi tersebut untuk  dilanjutkan  ketingkat  skripsi. Oleh karena itu, Program Studi Akuntansi FEB UBL menyusun buku pedoman tentang bagaimana tata cara pembuatan sebuah usulan penelitian (proposal) sampai menjadi sebuah usulan penelitian (proposal). Karena pra skripsi (proposal) dan skripsi merupakan karya ilmiah maka diperlukan suatu pedoman yang baku. Sehingga Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung perlu menetapkan suatu pedoman penyusunan dan penulisan pra skripsi serta skripsi.  Adapun pedoman  ini  menjadi dasar  bagi  mahasiswa  Program  Studi Akuntansi dalam penyusunan pra skripsi dan skripsi sehingga dihasilkan suatu karya ilmiah  yang  sesuai  dengan  kaidah-kaidah  ilmiah  yang  benar. Pedoman ini juga merupakan pedoman bagi dosen dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam penyusunan dan penulisan pra skripsi serta skripsi.

Adapun sistematika dari buku pedoman Penyusunan dan Penulisan Pra Skripsi serta Skripsi ini dimulai dengan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang dan arti pentingnya buku pedoman ini.  Dilanjutkan ketentuan umum berisi tentang ketentuan umum dan prosedur penyusunan pra skripsi dan skripsi tersebut. Pokok bahasan selanjutnya berisi tentang tatacara penyusunan pra skripsi dan dilanjutkan pokok bahasan yang menjelaskan tentang tata cara penyusunan skripsi.  BAB selanjutnya membahas tentang tata cara penulisan pra skripsi dan dilanjutkan dengan tatacara penulisan skripsi. Diakhiri dengan daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

BAB II

KETENTUAN PROPOSAL SKRIPSI DAN SKRIPSI

2.1. KETENTUAN PENYUSUNAN PROPOSAL SKRIPSI

Setelah memenuhi persyaratan lulus mata kuliah metodologi penelitian maka prosedur penyusunan proposal skripsi adalah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan bukti pembayaran tersebut, KRS, dan bukti kelulusan mata kuliah metodologi penelitian (KHS), maka mahasiswa mendaftar di Bagian Administrasi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung.
  2. Berdasarkan daftar peserta pra skripsi tersebut, maka Program Studi akan menetapkan dosen pembimbing dan mengeluarkan SK penunjukan dosen pembimbing.
  3. Berdasarkan SK penunjukan pembimbingan tersebut maka mahasiswa sudah dapat mulai melakukan proses penyusunan pra-skripsi (menyusun proposal/usulan penelitian) dibawah bimbingan dosen masing-masing. Adapun proses penyusunan proposal skripsi tersebut diperkirakan efektif tiga bulan.
  4. Setelah penyusunan proposal skripsi selesai (disahkan oleh dosen pembimbing) maka pra skripsi tersebut digandakan rangkap 3 (tiga eksemplar) dengan dijilid biasa dan diberi sampul warna Biru
  5. Mahasiswa Program Studi  Akuntansi  yang sudah memenuhi persyaratan menyusun skripsi, maka wajib  menyusun tugas akhir  berupa skripsi sebagai  salah satu syarat untuk  menyelesaikan  studi strata satu (S1). Mahasiswa dapat mengambil skripsi setelah memperoleh SKS sebanyak 120 sks dengan syarat proposal skripsi sudah dinyatakan layak. Skripsi adalah salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa strata satu (S1) secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis.

Skripsi harus menggambarkan kajian yang terintegrasi dan bukan merupakan himpunan artikel-artikel penelitian yang pernah diterbitkan.  Skripsi pada umumnya didasarkan pada penyelidikan bahan-bahan bacaan/pustaka atau penyelidikan lapangan, yang bersifat mendalam dan harus dilaksanakan secara tertib dan cermat dalam segi metodologi di bawah bimbingan dosen pembimbing.

2.2. PEMBIMBINGAN SKRIPSI

Dalam rangka untuk penyusunan skripsi mahasiswa maka Program Studi Akuntansi akan melakukan penunjukan dosen pembimbing. Proses pembimbingan diawali dengan diterimanya Surat penunjukan dosen pembimbing skripsi dari Program Studi Akuntansi. Masa pembimbingan skripsi efektif berlaku selama 6 bulan sejak diterimanya penunjukan dosen pembimbing. Berdasarkan surat penunjukan dosen pembimbing tersebut maka mahasiswa sudah dapat mulai proses pembimbingan. Tahap pertama penyusunan skripsi ini dimulai dengan penyusunan Usulan Penelitian atau Proposal Penelitian. Usulan penelitian ini diharapkan sama dengan usulan penelitian pada pra skripsi yang pernah diajukan sebelumnya sehingga akan mempercepat proses penyusunan skripsi. Setelah proposal penelitian disetujui dosen pembimbing selanjutnya dapat dilanjutkan ke penelitian lapangan dalam rangka untuk mengumpulkan data serta analisis.  Proses terakhir dari penelitian ini adalah penyusunan draft skripsi yang berdasarkan pada buku pedoman yang berlaku di Program Studi Akuntansi.

Setelah draft skripsi selesai disusun dan telah disetujui oleh dosen pembimbing, maka mahasiswa dapat mengajukan untuk melaksanakan ujian terhadap draft skripsi   tersebut. Adapun syarat ujian skripsi adalah mendaftar dibagian Akademik Program Studi Akuntansi dan mengisi formulir pendaftaran ujian dengan melampirkan Syarat Ujian Skripsi dan 3 (tiga) eksemplar skripsi siap uji.

2.3. UJIAN SKRIPSI

Ujian skripsi dilakukan oleh 2 (Dua) dosen penguji dan 1 (satu) dosen pembimbing. Adapun penilaian ujian skripsi diberikan oleh dosen penguji dengan bobot 60% dan dosen pembimbing dengan bobot 40%. Pelaksanaan ujian skripsi diatur sebagai berikut:

  1. Dalam pelaksanaan ujian semua tim penguji harus hadir
  2. Pakaian mahasiswa menggunakan atas putih dan bawah hitam 
  3. Dosen Penguji memakai pakaian formal dan sopan
  4. Penguji wajib mengisi berita acara pelaksanaan ujian yang telah disediakan oleh masing-masing Program Studi Akuntansi
  5. Pengumuman hasil ujian dilakukan pada akhir ujian oleh ketua Program Studi Akuntansi.
  6. Unsur-unsur Penilaian Ujian Skripsi meliputi :
    1. Keaslian skripsi,
    1. Isi dan bobot skripsi
    1. Ketepatan cara pengumpulan dan analisis data,
    1. Cara penyajian hasil dan tata cara penulisan
    1. Cara menarik kesimpulan
    1. Pemaparan skripsi, dan
    1. Kemampuan menjawab dan mempertahankan isi skripsi serta pendapat/hasil  penelitian.

Ada beberapa jenis penilaian dalam ujian skripsi, yaitu:

  1. Lulus sempurna, artinya lulus tanpa adanya revisi,
  2. Lulus dengan revisi. Revisi dilakukan paling lambat dalam jangka waktu 2 minggu (15 hari) sejak ujian skripsi.  Adapun perbaikan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama antara dosen pembimbing dengan penguji.
  3. Tidak lulus tanpa revisi, maka mahasiswa yang bersangkutan hanya mengulang ujian skripsi  lagi. 
  4. Tidak lulus,  maka mahasiswa yang bersangkutan  harus  melakukan revisi terhadap draft skripsinya lebih dahulu sampai disetujui oleh dosen yang telah merevisi  draft skripsi yang bersangkutan. Apabila telah disetujui oleh dosen perevisi dan pembimbingnya maka mahasiswa yang bersangkutan baru dapat mengikuti ujian lagi.  Revisi ini dilakukan paling lambat 3 bulan sejak ujian skripsi.
  5. Tidak  lulus  dan  ditolak  skripsinya,  maka mahasiswa  yang  bersangkutan harus  melakukan pembimbingan lagi dengan judul baru hingga selesai dan baru  dapat  mengikuti  ujian  lagi.  Hal ini terjadi apabila mahasiswa yang bersangkutan diketahui sebagai plagiat hasil karya orang lain.

Setelah melalui proses ujian dan mahasiswa dinyatakan lulus, maka skripsi di jilid Hardcover warna KUNING sebanyak 2 (dua) eksemplar dengan didistribusikan : 1 (satu)  eksemplar  diberikan  di  perpustakaan  Program Studi Akuntansi Fakultas  Ekonomi dan Bisnis  dan 1  (satu) eksemplar  lainnya diberikan di perpustakaan pusat Universitas Bandar Lampung. Mahasiswa yang telah mengumpulkan skripsi akan mendapat   surat keterangan ‘telah mengumpulkan skripsi’ dari pihak perpustakaan Fakultas dan Universitas untuk dijadikan syarat diproses ke tahap akhir.

2.4. HAK CIPTA DAN PUBLIKASI

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bandar Lampung mengakui bahwa mahasiswa merupakan pemilik hak cipta dari skripsi yang ditulisnya dengan pengecualian sebagai berikut:

  1. Dokumen fisik berupa skripsi yang diserahkan oleh mahasiswa ke Program Studi Akuntansi Universitas Bandar Lampung menjadi milik Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
    1. Program Studi Akuntansi berhak menyebarluaskan skripsi tersebut sebagai bagian dari koleksi perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi. 
    1. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat menggandakan skripsi untuk tujuan akademis di lingkungan Universitas Bandar Lampung.
    1. Program Studi Akuntansi dapat menggandakan skripsi atas permintaan universitas lain atau lembaga yang dinilai kompeten.
    1. Dosen dan atau mahasiswa dapat mempublikasikan skripsi tersebut dalam bentuk artikel yang telah disesuaikan dengan kebutuhan publikasi.

BAB III

PENYUSUNAN PROPOSAL SKRIPSI

3.1. PENGERTIAN PROPOSAL

Proposal (usulan penelitian) merupakan kerangka dasar pemikiran yang melandasi pemilihan masalah, hipotesis dan metode penelitian dalam rangka penulisan skripsi atau (penelitian tertentu).  Proposal merupakan tahap awal dari proses penyusunan skripsi.  Silabus untuk pra skripsi ini berisi tentang pembuatan proposal penelitian dalam rangka untuk persiapan pembuatan skripsi.

3.2. SISTEMATIKA PROPOSAL SKRIPSI

Sistematika penulisan pra skripsi dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

  1. Bagian awal,
  2. Bagian utama,
  3. Bagian akhir.

Berikut akan diuraikan satu persatu dari setiap bagian dari pra skripsil dan bagaimana cara penulisannya.

Bagian Awal

Bagian awal ini berisi informasi umum dari pra skripsi. Informasi bagian awal berisi tentang halaman judul, halaman pengesahan.  Selanjutnya dibawah ini akan diuraikan secara ringkas dari isi bagain awal ini.

1.    Halaman Judul Pra Skripsi

Halaman  judul  ini  berisi  tentang  judul  penelitian,  keterangan  tambahan, lambang  Universitas Bandar Lampung, nama peneliti, nama instansi, serta tahun penelitian. Judul penelitian sedapat mungkin disusun secara singkat dalam huruf besar (kapital) dan disusun dengan bentuk piramida terbalik. Apabila ada keterangan dalam judul tersebut maka keterangan tersebut ditulis dalam huruf kecil dan ditulis dalam tanda kurung.

Keterangan tambahan ditulis dibawah judul yang berbunyi: “Usulan Penelitian Untuk Skripsi”. Halaman judul harus disertakan lambang (logo) dari Universitas Bandar Lampung Nama peneliti ditulis secara lengkap dan disertai dengan NPM. Nama instansi adalah Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung dan diakhiri dengan tahun penyusunan proposal penelitian skripsi tersebut. Nama instansi ini juga disusun berdasarkan piramida terbalik. Bentuk dan format daripada halaman judul pra skripsi terlampir (lihat lamp. 1)

2. Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan pra–skripsi berisi Usulan Penelitian Skripsi, judul penelitian, data peneliti, tanggal pengesahan serta tanda tangan pengesahan dari dosen pembimbing.  Kata “Usulan Penelitian Skripsi” ditulis senter ditengah halaman. Sedangkan judul usulan penelitian skripsi ditulis sesuai dengan yang tertera dalam halaman judul penelitian dan ditulis dari tepi kiri.

Data peneliti berisi tentang nama lengkap peneliti sesuai dengan yang ada dalam halaman judul, diikuti dengan NPM, Program Studi dan nama dosen pembimbing. Nama dosen pembimbing ditulis secara lengkap dengan gelarnya. Selanjutnya ditulis kota dan tanggal pengesahan yang diikuti dengan tanda tangan   pembimbing   dan   dibawahnya   ditulis  nama lengkap dan gelar dari pembimbing. Bentuk dan format daripada halaman pengesahan pra skripsi terlampir (lihat lamp. 2)

Bagian Utama

Bagian utama proposal skripsi ini merupakan bagian paling penting dari sebuah proposal penelitian sebelum dilakukan penelitian lapangan. Adapun isi dari bagian utama ini terdiri dari: (1) Latar belakang masalah; (2) Perumusan masalah; (3) Tujuan penelitian;  (4)  Manfaat  penelitian;  (5) Landasan  teori termasuk  penelitian terdahulu; (6) Kerangka  pemikiran teoritis dan  kerangka penelitian serta hipotesis (apabila diperlukan) ; (7) Metode penelitian. Unsur-unsur dari bagain utama tersebut akan diuraikan secara berturut-turut.

1.  Latar Belakang Masalah

Merupakan landasan pemikiran secara garis besar, baik secara teoritis dan atau fakta serta pengamatan yang menimbulkan minat untuk dilakukan penelitian. Dengan demikian  latar  belakang  masalah  berfungsi  sebagai  informasi  yang  relevan untuk membantu pokok  permasalahan,  justifikasi (pembenaran) penelitian dan berangkat dari hal yang bersifat umum kepada hal yang lebih khusus, sehingga setelah membaca latar belakang masalah, pembaca  sudah dapat menduga pokok masalah yang akan diteliti.

2.  Perumusan Masalah

Perumusan masalah adalah pernyataan tentang keadaan, fenomena dan atau konsep yang memerlukan pemecahan dan atau memerlukan jawaban melalui suatu penelitian dan pemikiran mendalam dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan alat-alat yang relevan.  Perumusan penelitian harus diungkapkan secara jelas dan dapat diuji melalui pengumpulan data. Batasan  dan  asumsi-asumsi  apa  yang  dipertimbangkan  dalam  penelitian tersebut  juga harus dikemukakan dalam bagian ini. Perumusan masalah yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Mempunyai nilai penelitian dalam arti, mempunyai nilai kejelasan sumber, sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat menyatakan hubungan, merupakan hal penting, patut untuk diteliti, dan memberikan implikasi untuk kemungkinan pengkajian secara empiris.
  2. Layak (feasible) untuk dilaksanakannya dalam arti didukung data primer dan atau data sekunder.
  3. Sesuai dengan bidang ilmu akuntansi.

Perumusan masalah dapat diungkapkan dalam bentuk pertanyaan atau dalam bentuk kalimat pernyataan mencirikan masalah yang akan diteliti dalam penelitian tersebut.

3.  Tujuan Penelitian

Dalam  tujuan  penelitian  ini  disebutkan  tujuan  yang  ingin  dicapai  dalam penelitian.

4.  Manfaat Penelitian

Dalam  bagian  ini  disebutkan  manfaat  penelitian  atau  kontribusi  apa  yang diberikan dari hasil riset tersebut. Baik kontribusi dalam khasanah ilmu pengetahuan, penyelesaian operasional dan kebijakan.

5.  Tinjauan Pustaka

Tinjauan  pustaka  berisi  landasan  teori  dan  bahasan  hasil-hasil  penelitian sebelumnya  yang mendukung penelitian  saat  ini.  Kutipan-kutipan dalam landasan teori dan penelitian terdahulu harus ditulis secara benar sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah yang ada.

6.  Landasan Teori

Dalam landasan teori ini dijabarkan teori dan argumentasi-argumentasi yang disusun sendiri oleh mahasiswa berdasar literatur-literatur yang mendukung, sebagai tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian serta merumuskan hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif dan atau model yang langsung berkaitan dengan penelitiannya. Landasan teori menguraikan secara mendalam mengenai dasar-dasar teori yang terkait dalam penelitian, dan sejauh mana hubungan antar variabel secara teoritis.

7.  Penelitian Terdahulu

Dalam bagian ini diuraikan secara sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang  didapat  oleh  peneliti  terdahulu  yang  berhubungan  dengan  penelitian  yang dilakukan pada saat ini. Penelitian terdahulu juga dapat digunakan untuk mencari permasalahan yang dapat dijadikan dasar dalam hubungannya dengan perumusan masalah penelitian. Penelitian terdahulu ini dapat digunakan sebagai justifikasi untuk pengambilan variabel-variabel penelitian yang tidak ada atau belum ditemukan dalam landasan teori. Penelitian terdahulu ini juga dapat digunakan sebagai bahan replikasi terhadap penelitian saat ini apabila penelitian terdahulu masih ada keterbatasannya. Keterbatasan tersebut mungkin masalah penelitian tersebut belum terjawab, masih ada kontradiksi antara beberapa hasil penelitian.  Penelitian terdahulu ini juga dapat dilakukan penelitian yang sama tetapi diterapkan dalam dimensi waktu serta tempat yang berbeda. Fakta-fakta dan data yang dikemukakan sejauh mungkin diambil sesuai dengan sumber aslinya.

8. Kerangka Pemikiran Teoritis dan Kerangka Penelitian serta Hipotesis (apabila diperlukan)

8.1.  Kerangka Pemikiran Teoritis

Kerangka pemikiran teoritis memuat konsep-konsep teoritis sebagai kerangka atau landasan untuk menjawab masalah penelitian. Pembahasan pada bagian ini difokuskan pada literatur-literatur yang membahas konsep teoritis yang relevan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Uraian dalam kerangka teoritis bertujuan untuk menguji hipotesis atau merumuskan suatu hipotesis. Jika terdapat lebih dari satu hipotesis maka sebaiknya membahas landansan teori dalam beberapa tahap sesuai dengan jumlah hipotesis yang ada. Kerangka teoritis iini juga berisi uraian secara singkat hubungan antara variabel yang ada dalam penelitian tersebut serta dasar-dasar justifikasi dari penelitian- penelitian terdahulu yang digunakan. Selanjutnya diikuti gambar secara spesifik hubungan-hubungan antar variabel yang diturunkan dari landasan teori dan penelitian-penelitian terdahulu yang terkait. Kerangka pemikiran teoritis mengarahkan peneliti menuju hipotesis yang hendak dirumuskan atau konsep yang hendak diuji atau dievaluasi.

8.2.  Kerangka Penelitian (jika diperlukan)

Digambarkan kerangka hubungan antar variable-variabel yang ada dalam penelitian tersebut.

8.3.  Hipotesis (jika diperlukan)

Berdasarkan kerangka piker yang ada maka diturunkan kedalam suatu hipotesis. Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori, tinjauan pustaka dan tujuan penelitian serta merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi. Oleh karena itu, hipotesis merupakan pernyataan yang masih harus dibuktikan kebenarannya secara empiris. Jika suatu penelitian dipandang tidak membutuhkan hipotesis, maka bagian ini dapat dihilangkan dimana penelitian semacam ini biasanya berkaitan dengan kajian evaluatif atau deskriptif.

9.  Metode Penelitian

Pada bagian ini diuraikan metode penelitian yang dipakai untuk menjawab masalah dan tujuan penelitian serta analisis terhadap hipotesis. Metode penelitian ini terdiri dari beberapa sub pokok bahasan, yaitu: (1) Populasi dan prosedur penentuan sampel; (2) Jenis dan sumber data; (3) Prosedur pengumpulan data; (4) Identifikasi variabel; (5) Difinisi Operasional dan Pengukuran Variable (yang bersifat kondisional tergantung jenis penelitian yang akan dilakukan); (6) Teknik analisis. Masing-masing sub pokok bahasan tersebut akan diuraikan dibawah ini.

10.  Populasi dan Prosedur Penentuan Sampel

Populasi merupakan suatu obyek yang akan diteliti. Obyek yang diteliti ini dapat sekumpulan orang, instansi (perusahaan) dan lain-lain. Dalam penelitian dapat terdiri dari satu atau lebih objek penelitian. Apabila obyek penelitian tersebut sangat banyak   maka   penelitian tersebut perlu melakukan penarikan sample karena keterbatasan biaya dan waktu penelitian dari mahasiswa yang bersangkutan.

Ada banyak cara/metode pengambilan sampel, antara lain: Random sampling (acak), Cluster Sampling, Puposive Sampling, Convinience Sampling dan lain-lain. Penggunaan metode-metode tersebut sangat tergantung dari jenis obyek (populasi) yang akan diteliti. Apabila anggota populasi sangat jelas maka sebaiknya digunakan metode  random  sampling  karena  metode  ini  paling  baik  untuk  kondisi  tersebut. Sebaliknya apabila anggota populasi tidak jelas maka sebaiknya digunakan metode yang lain.

11.  Jenis dan Sumber Data

Sub bab ini berisi tentang jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian.  Sumber data dapat berasal dari data primer dan sekunder. Penelitian- penelitian pasar modal kebanyakan menggunakan data sekunder.  Sedangkan data primer biasanya digunakan untuk penelitian-penelitian sifatnya survey lapangan.

12.  Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data merupakan cara mengumpulkan data penelitian. Data penelitian dapat dikumpulkan melalui beberapa cara, antara lain: pengiriman kuesioner, wawancara langsung, dokumentasi dan lain-lain. Tidak semua prosedur pengumpulan data ditulis disini tetapi tulislah yang digunakan dalam penelitian.

13.  Identifikasi Variabel (jika diperlukan)

Identifikasi variabel diperlukan untuk membedakan variabel-varaibel secara lebih spesifik, sehingga suatu konsep menjadi lebih jelas. Dengan demikian identifikasi variable merupakan pengklasifikasian antara variable dependen dan independen apabila ada. Identifikasi variable ini juga bersifat kondisional tetapi tergantung jenis penelitiannya. Apabila jenis penelitian yang dilakukan itu sifatnya diskriptif maka biasanya tidak ada variabelnya sehingga sub bab tentang identifikasi variabel ini juga tidak perlu ada.

14.  Definisi Operasional dan PengukuranVariabel (jika diperlukan)

Definisi operasional variable berkaitan dengan bagaimana variabel-variabel penelitian diopersionalisasikan sehingga variabel-variabel tersebut dapat dinilai dan diukur, bagaimana menilai dan mengukurnya serta insrumen apa yang dibutuhkan untuk menilai dan mengukurnya.  Definisi operasional variabel menjabarkan suatu konstruk yang dapat dinilai menjadi suatu konsep (variabel).  Jika suatu varaiabel mengandung berbagai dimensi, perlu dikemukakan item-item tertentu dari suatu dimensi dan bagaimana pengukurannya.

Apabila jenis penelitian yang dilakukan itu sifatnya diskriptif maka biasanya tidak ada  variabelnya. Oleh karena itu, difinisi operasional variabel ini juga tidak perlu. Jadi tidak semua proposal penelitian skripsi mesti harus ada bagian ini.

15.  Teknik Analisis

Di dalam teknik analisis dijelaskan mengenai pengujian kualitas data dan pengujian hipotesis. Apabila sumber datanya primer maka harus dilakukan pengujian kualitas data (jika diperlukan) tersebut melalui uji validitas dan reliabilitas. Apabila data tersebut memenuhi kedua jenis uji tersebut maka selanjutnya baru dilakukan analisis data dalam rangka untuk pengujian hipotesis penelitian yang ada.

Jenis alat analisis ini sangat tergantung pada masalah penelitian yang ada dan jenis datanya, apakah parametric atau non parametrik.  Apabila jenis datanya parametric maka biasanya digunakan alat analisis yang juga parametric (regresi, anova, dan lain-lain).  Tetapi sebaliknya apabila jenis datanya non parametrik maka biasanya alat analisisnya pun juga non parametrik (contingencies, kruskal willis dan lain-lain).  Sebaliknya apabila  jenis  datanya  non  parametrik  maka  alat  analisisnya harus menggunakan non parametrik juga.

Bagian Akhir

Pada bagian ini memuat daftar pustaka, jadual penelitian, biaya penelitia serta lampiran-lampiran yang diperlukan seperti daftar kuesioner penelitian. Daftar pustaka harus ditulis secara lengkap dan disusun sesuai abjad. Semua kutipan harus masuk dalam daftar pustaka dan ditambah dengan bahan bacaan yang relevan dengan judul penelitian, misalnya pedoman skripsi, buku statistik dan lain-lain.

Daftar pustaka ditulis dengan jarak dua spasi untuk setiap jenis kutipan atau jenis buku yang digunakan acuan. Apabila satu kutipan lebih dari satu baris maka harus ditulis dengan jarak satu spasi. (lihat lampiran tiga). Sedangkan isi bagian akhir yang penting adalah lampiran. Lampiran ini merupakan data-data pendukung dari penelitian ini, misalnya:  kuesioner, hasil analisis data dan lain-lain. Isi bagain akhir yang lain hanya merupakan option (pilihan) saja.

BAB IV

PENYUSUNAN SKRIPSI

4.1. PENGERTIAN SKRIPSI

Skripsi merupakan karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa strata satu (S1). Skripsi merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Karena merupakan suatu karya ilmiah maka cara penyusunannya harus berdasarkan kaidah- kaidah ilmu yang benar.

4.2. SISTEMATIKA SKRIPSI

Sistematika penulisan skripsi hamper sama dengan sistematika penyusunan proposal. Skripsi secara umum dapat disusun menjadi tiga bagian, yaitu:

1)  Bagian Pembukaan

2)  Bagian Isi

3)  Bagian Lampiran.

Selanjutnya akan dibahas satu persatu dari ketiga bagian dari skripsi tersebut diatas.

4.3. BAGIAN PEMBUKAAN

Bagian pembukaan ini terdiri dari: halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto/persembahan, abtract, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran. Masing-masing unsur dari bagian pembukaan akan dijelaskan di bawah ini.

1.    Halaman Judul

Halaman  judul  ini  berisi  tentang   judul  penelitian  (skripsi),   keterangan tambahan,  lambang  Universitas  Bandar Lampung,  nama  peneliti,  NPM  peneliti, nama instansi, dan tahun penelitian.  Judul penelitian sedapat mungkin disusun secara singkat dalam huruf besar (kapital) dan disusun dengan bentuk piramida terbalik. Apabila ada keterangan dalam judul tersebut maka keterangan tersebut ditulis dalam huruf kecil dan ditulis dalam tanda kurung.

Keterangan tambahan ditulis dibawah judul yang berbunyi: “Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Program   Studi   Akuntansi   Fakultas   Ekonomi   Universitas   Bandar Lampung”. Sedangkan lambang (logo) dari Universitas Bandar Lampung warna yang sebagaimana mestinya.   Nama peneliti ditulis secara lengkap dan  disertai  dengan  NPM.  Nama instansi adalah Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung dan diakhiri dengan tahun akhir penyusunan skripsi tersebut.  Nama instansi ini juga disusun berdasarkan piramida terbalik.  Bentuk dan format daripada halaman judul skripsi terlampir (lihat lamp. 3)

2.   Halaman Pengesahan

Ada 2 (dua) jenis halaman pengesahan, yaitu: (1) halaman pengesahan draft skripsi (sebelum ujian); (2) halaman pengesahan skripsi (setelah ujian). Halaman pengesahan draft skripsi berisi, judul penelitian (skripsi), data peneliti yang meliputi: nama  peneliti  dan  NPM,  tanggal  pengesahan  dan  terakhir  pengesahan  dari  dosen pembimbing  dan  Ketua Program Studi. Sedangkan halaman pengesahan skripsi (skripsi yang telah ujian) berisi judul penelitian (skripsi), data peneliti yang meliputi: nama peneliti dan NPM, tanggal pengesahan dan terakhir pengesahan dari semua dosen penguji, dosen pembimbing dan Ketua Program Studi.

Kata “Skripsi” ditulis ditengah halaman. Judul skripsi ditulis sesuai dengan yang tertera dalam halaman judul penelitian dan ditulis dari tepi kiri. Data peneliti  berisi  tentang  nama  lengkap  peneliti  sesuai  dalam  halaman  judul,  diikuti dengan NPM, Program Studi dan nama dosen pembimbing dan dosen penguji. Nama dosen pembimbing dan penguji ditulis secara lengkap dengan gelarnya. Selanjutnya ditulis kota dan tanggal pengesahan yang ditulis rata kanan serta diikukuti dengan tanda tangan dosen pembimbing serta dosen penguji dan dibawahnya ditulis nama lengkap dan gelar dari pembimbing. Bentuk dan format daripada halaman pengesahan draft skripsi dan skripsi terlampir (lihat lampiran 4 dan lampiran 5)

3.    Halaman Motto dan Persembahan (jika diperlukan)

Halaman ini berisi tentang pesan penulis kepada pembaca atau seseorang maupun untuk keluarganya. Bentuk dan format daripada halaman motto dan persembahan skripsi terlampir (lihat lampiran 6)

4.    Abstraksi

Secara umum abstraksi berisi ringkasan dari skripsi. Adapun secara rinci abstrasi berisi tiga pokok bahasan. Pembahasan pertama (paragraf 1) berisi tentang latar belakang singkat timbulnya masalah sehingga perlu diteliti masalah tersebut. Pokok bahasan kedua (paragraph 2) berisi tentang metode analisis data, yang dimulai dari  populasi,  sampel,  dan  alat  analisis  yang  digunakan  dalam  skripsi  tersebut. Sedangkan bagian akhir (paragraph 3) berisi hasil penelitian tersebut. Abstraksi ini ditulis dengan satu spasi dan tidak lebih dari satu halaman

5.    Kata Pengantar

Isi  dari  kata  pengantar  tidak ada  aturan  yang  baku,  tetapi  biasanya  berisi tentang  ucapan rasa syukur atas selesainya skripsi dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan skripsi.

6.    Daftar Isi

Daftar ini merupakan bagian pembukaan dari skripsi yang memberikan informasi mengenai bagian dan sub-bagian pembahasan dalam laporan skripsi. Daftar isi diketik dengan 2 spasi kecuali apabila bagian atau sub bagian tersebut lebih dari 1 baris maka diketik dengan 1 spasi. Bentuk dan format daripada daftar isi daripada skripsi terlampir (lihat lampiran 7)

7.    Daftar Tabel

Daftar  tabel  memuat  seluruh  urutan  tabel  yang  ada  dalam  skripsi  serta letaknya  tabel tersebut pada halaman berapa. Daftar tabel disusun kebawah dengan jarak 2 spasi, kecuali apabila dalam satu tabel memerlukan dua baris atau lebih maka diketik 1 spasi. Halaman tabel berisi informasi secara berturut-turut tentang nomor tabel, nama tabel, dan tabel tersebut terletak pada halaman berapa. Bentuk dan format daripada daftar table serta pembuatan tabel daripada skripsi terlampir (lihat lampiran 8 dan 10)

8.    Daftar Gambar

Daftar gambar memuat seluruh gambar yang ada dalam skripsi. Daftar gambar disusun kebawah dengan jarak 2 spasi, kecuali apabila dalam satu gambar memerlukan dua baris atau lebih maka diketik dengan 1 spasi. Daftar gambar disusun berdasarkan nomor urut gambar dan daftar ini berisi informasi tentang nomor gambar, judul gambar, dan letak gambar yang bersangkutan. Bentuk dan format daripada daftar gambar serta pembuatan gambar daripada skripsi terlampir (lihat lampiran 9 dan 11)

9.    Daftar Lampiran

Penjelasannya sama dengan daftar gambar. Daftar lamp dapat dilihat pada lamp 12.

10. BAGIAN UTAMA (ISI)

Bagian utama ini merupakan bagian paling penting dari sebuah skripsi. Bagian utama ini terdiri dari 5 (lima) bab. Maing-masing bab terdiri dari pokok bahasan sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN

1.   Latar belakang masalah

2.   Perumusan masalah

3.   Pembatasan Masalah (jika diperlukan)

4.   Tujuan penelitian

5.   Manfaat penelitian

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1.   Landasan teori

2.   Penelitian terdahulu

3.   Kerangka Pemikiran Teoritis (jika diperlukan)

4.   Hipotesis (jika diperlukan)

BAB 3 METODE PENELITIAN

1.   Jenis Penelitian

2.   Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel (bersifat kondisional)

3.   Jenis dan Sumber Data

4.   Metode Pengumpulan Data

5.   Variabel Penelitian (jika diperlukan)

6.   Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel (jika diperlukan)

7.   Teknik Analisis

BAB. 4 PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN (diisikan judul penelitian)

1.   Gambaran Umum Responden

2.   Profile Responden

3.   Analisis Diskriptif

4.   Pengujian Kualitas Data

5.   Pengujian Asumsi Klasik (apabila digunakan regresi)

6.   Penguji Hipotesis (jika diperlukan)

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

1.   Kesimpulan

2.   Saran

3.   Keterbatasan (jika diperlukan)

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Untuk bab 1 sampai dengan bab 3 uraian isinya hampir sama dengan yang terdapat pada pra proposal tetapi perlu pengembangan lebih lanjut terutama untuk bab 2 dan 3. Agar supaya, tinjauan pustakanya lebih mendalam demikian juga dalam analisisnya. Demikan juga dalam metode penelitian perlu dimasukkan metode pengambilan sample dan jumlah responden. Sedangkan untuk bab-bab selanjutnya akan diuraikan dibawah ini.

1.  Latar Belakang

Berisi tentang masalah riil yang tengah dihadapi baik secara lokal. Nasional, maupun global. Gambaran umum ini berisi permasalahan yang perlu dikaji, sehingga tujuan penelitian menjadi jelas dan memiliki kontribusi praktis.

2.  Telaah Literatur

Telaah literatur berisi tentang kajian teori dan hasil penelitian terdahulu terkait dengan isu yang diteliti. Diskusi dari teori dan hasil penelitian terdahulu dan disintesa menjadi argumentasi ilmiah si penulis akan menjadi dasar yang kuat bagi pengembangan hipotesis.

  • Pengembangan Hipotesis

Pengembangan hipotesis diawali dengan teori dan hasil penelitian terdahulu yang telah dijelaskan pada poin 2 di atas.

4.   Metodologi Penelitian- Analisis Deskriptif (jika diperlukan)

Analisis ini berisi tabulasi data responden yang diperoleh dari kuesioner.

5.    Pengujian Kualitas Data (jika diperlukan)

Pengujian  ini  diperlukan  jika  data  diperoleh  dari  data  primer  (kuesioner). Pengujian ini terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu: Uji Validitas dan Uji Reliabilitas.

6.    Pengujian Asumsi Klasik

Apabila  digunakan  alat  analisis  regresi  maka  sebelum  digunakan  untuk mengujian  hipotesis  maka  perlu  dilakukan  uji  asumsi  klasik  terhadap  persamaan regresi yang telah terbentuk. Sehingga dapat diperoleh hasil uji yang valid.

7.    Uji Hipotesis (jika diperlukan)

Uji hipotesis ini sifatnya kondisional, karena sesuai dengan jenis penelitian yang akan diambil. Apabila jenis penelitiannya diskriptif maka kebanyakan tidak ada hipotesisnya.  Tetapi apabila jenis penelitiannya bukan diskriptif maka kemungkinan ada uji hipotesisnya.

8.    Pembahasan

Apabila ada uji hipotesis maka pembahasan ini berisi tentang interpretasi dari pada hasil uji analisis tersebut. Sedangkan apabila tidak ada hipotesis, maka sub bab ini berisi tentang pembahasan/atau dilakukan analisis data.   Analisis data ini berdasarkan data-data yang telah disajikan dalam profie responden sebelumnya dibandingkan dengan dasar-dasar teori yang telah disajikan dalam tinjauan pustaka.

9.    Kesimpulan

Kesimpulan berisi tentang hasil penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan ini juga merupakan jawaban dari masalah penelitian yang ada.

10.  Saran

Saran dapat diberikan kepada pembaca skripsi dan perusahaan sebagai obyek penelitian. Saran bagi pembaca diberikan untuk tujuan riset yang akan datang dan dapat  diambil berdasarkan implikasi dari keterbatasan dari penelitian yang ada saat ini. Sedangkan bagi perusahaan, saran tersebut diberikan berdasarkan hasil analisis data perusahaan dan tujuannya untuk perbaikan kinerja perusahaan.

11.  Keterbatasan (jika diperlukan)

Keterbatasan ini diuraikan mengenai keterbatasan dari penelitian yang telah dilakukan.  Keterbatasan  ini  dapat  ditinjau  dari  metode  pengumpulan  data,  alat analisis, dan lain sebagainya.

12.  Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi tentang sumber kutipan dan referensi dari skripsi yang telah dilakukan tersebut. Jadi semua kutipan dan daftar literatur masuk dalam daftar pustaka.  Daftar  pustaka  harus  memuat  bahan  acuan  yang  terkait  dengan  tema penelitian  skripsi  yang dilakukan.  Contoh dari daftar pustaka  dapat dilihat  dalam lampiran 13.

BAB V

TATACARA PENULISAN PRA SKRIPSI DAN SKRIPSI

5.1. BAHAN DAN UKURAN 

Bahan dan ukuran mencakup: 

1. Naskah

Proposal Skipsi dibuat diatas kertas A4 70 gram dan ditulis hanya satu muka. Skripsi dibuat diatas kertas kertas A4 70 dan ditulis hanya satu muka.

2. Sampul

Proposal skripsi, sampul dibuat  dari  kertas  A4 70 atau  yang  sejenis  dan dijilid BIRU. Tulisan yang tercetak pada sampul sama dengan yang terdapat pada halaman judul.

5.2. PENGETIKAN

Pada pengetikan disajikan jenis huruf, bilangan dan satuan, jarak, baris, batas tepi, pengisian ruangan, alinea baru, permulaan kalimat, judul dan sub judul.

1. Jenis Huruf

Jenis huruf yang digunakan ialah huruf Times New Roman ukuran 12 untuk seluruh naskah harus dipakai jenis huruf yang sama, kecuali untuk keperluan tertentu (misal tabel atau gambar dan sebagainya).

2. Bilangan dan Satuan

a.   Bilangan diketik dengan angka, kecuali pada permulaan kalimat.

Contoh: 

– Pembelian bahan baku sebanyak 503 kg …………

– Lima ratus tiga kilogram bahan baku dibeli………

b. Bilangan desimal ditandai dengan koma bukan dengan titik, misalnya 53,20 kg gula.

c.   Satuan  dinyatakan  dengan  singkatan  resmi  yang  berlaku  tanpa  titik  di belakangnya, misalnya : kg, m, cm. Demikan juga singkatan kata juga harus yang sudah baku, misal: US, PBB, sbb.

Jarak Baris

Jarak antara 2 baris dibuat 2 spasi, kecuali  abstraksi, kutipan langsung yang lebih dari 5 baris, judul daftar (tabel) dan gambar yang lebih dari 1 baris dan daftar pustaka, yang diketik dengan jarak 1 spasi.

Batas Tepi

Batas-batas pengetikan, diukur dari tepi kertas sebagai berikut :

a. Batas atas  : 4 cm

b. Batas bawah  : 3 cm

c. Batas kiri  : 4 cm

d. Batas kanan  : 3 cm

Pengisian Ruangan

Ruangan yang terdapat pada halaman naskah harus diisi penuh mulai dari batas tepi kiri sampai batas tepi kanan dan jangan sampai ada ruangan yang terbuang, kecuali kalau akan mulai dengan alinea baru, persamaan, daftar, gambar, sub judul atau hal-hal yang khusus.

Alinea Baru

Alinea baru dimulai pada pengetikan karakter yang ke 4 sampai 6 dari batas kiri. Setiap alinea biasanya terdiri minimum 2 kalimat dan maksimum 5 kalimat. Dalam membuat sebuah kalimat sebaiknya ada subyek, predikat dan obyek.

Judul, Sub Judul, Anak Sub Judul dan LainLain

  1. Judul harus ditulis dengan huruf besar (kapital) semua diatur supaya simetris, dengan jarak 4 cm dari tepi atas tanpa diakhiri dengan titik.
  2. Sub judul diketik mulai dari batas tepi kiri, semua kata dimulai dengan huruf besar (kapital), kecuali kata penghubung dan kata depan, tanpa diberi garis bawah dan tidak diakhiri dengan titik.  Kalimat pertama setelah sub judul dimulai dengan alinea baru.
  3. Anak sub judul diketik mulai dari batas tepi kiri dan diberi garis bawah atau cetak miring, tetapi hanya huruf pertama saja yang berupa huruf besar, tanpa diakhiri dengan titik. Kalimat pertama setelah anak sub judul dimulai dengan alinea baru.

Perincian ke bawah

Jika  pada  penulisan  skripsi  ada  perincian  yang  harus  disusun  ke  bawah, dipakai   nomor  urut  dengan  angka  atau  huruf  sesuai  dengan  derajat  perincian. Penggunaan garis penghubung (-) yang ditempatkan didepan perincian tidaklah dibenarkan.

Letak Simetris

Gambar, tabel (daftar), persamaan, judul ditulis simetris terhadap tepi kiri dan tepi kanan pengetikan.

5.3. PENOMORAN

Bagian ini dibagi menjadi penomoran halaman, table (daftar), gambar dan persamaan.

Nomor Halaman

  1. Bagian awal skripsi mulai dari halaman judul sampai dengan ke abstraksi diberi nomor dengan angka Romawi kecil yang diletakkan simetris tengah di bagian  bawah.
  2. Bagian  isi  dan  akhir  skripsi,  mulai  dari  Pendahuluan  (bagian  isi)  sampai dengan   Lampiran-lampiran  (bagian  akhir)  diberi  nomor  halaman  dengan angka disebelah kanan bawah.
  3. Nomor halaman ditempatkan disebelah kanan bawah pada batas tepi.
  4. Setiap halaman yang berisi bagian awal BAB nomor halaman tidak perlu ditulis.

Nomor Tabel, Gambar dan Rumus

  1. Semua tabel yang terdapat dalam skripsi diberi nomor urut dengan angka (1, 2, 3, dst-nya) mulai dari Bab pertama sampai dengan bab terakhir.
  2. Semua gambar yang terdapat dalam skripsi diberi nomor urut dengan angka (1, 2, 3, dst-nya) mulai dari bab pertama sampai dengan bab terakhir.
  3. Semua persamaan yang berbentuk  rumus  matematika,  statistik  dan  lain- lainnya diberi nomor angka (1, 2, 3, dst-nya) didalam kurung ditempatkan didekat batas tepi kanan. Bentuk dan format daripada pemberian nomor table dalam skripsi terlampir (lihat lampiran 10)

Contoh: p = a + bq    

Judul Tabel

  1. Nomor tabel (daftar) yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di atas tabel (daftar), tanpa diakhiri dengan titik. Jarak tulisan tabel dengan Nama tabel adalah 2 spasi sedangkan apabila nama tabel lebih dari 1 baris digunakan 1 spasi.
  2. Tabel yang lebih dari 1 halaman dapat dilipat dan ditempatkan pada urutan halamannya.
  3. Sumber tabel yang terdiri dari tulisan sumber dan nama sumber ditempatkan 2 spasi tepat di bawah tabel (daftar) dan apabila nama sumber lebih dari 1 baris berikutnya diketik dengan 1 spasi di bawahnya. Apabila tabel diambil dari buku, maka penulisan sumber mengacu pada buku yang diambil. Bentuk dan format daripada pemberian nomor table dalam skripsi terlampir (lihat lamp. 7)

Judul Gambar

  1. Nomor  gambar  yang  diikuti  dengan  judul  ditempatkan  simetris  di  bawah gambar, tanpa diakhiri titik. Tulisan gambar dan nama gambar menggunakan huruf besar (Kapital) seluruhnya. Tulisan gambar dan nama gambar berada pada satu baris dan apabila nama gambar lebih dari 1 baris digunakan 1 spasi, baris kedua dan seterusnya menjorok pada huruf pertama.
  2. Gambar tidak boleh dipenggal.  Gambar yang lebih dari 1 halaman dapat dilipat dan ditempatkan pada urutan halamannya.
  3. Keterangan gambar dituliskan pada tempat-tempat yang lowong di dalam gambar dan tidak pada halaman lain. Bentuk dan format daripada pemberian nomor gambar dalam skripsi terlampir (lihat lampiran 11).

Kutipan

Ada 2 jenis kutipan, yaitu: (1) kutipan langsung; (2) kutipan tidak langsung. Adapun uraian dari masing-masing jenis kutipan diuraikan dibawah ini.

  1. Kutipan langsung harus sama dengan aslinya, baik mengenai susunan kata- katanya, ejaannya maupun mengenai tanda bacanya.
  2. Kutipan langsung yang panjangnya kurang dari 5 baris dimasukkan ke dalam teks biasa berspasi 2.  Kutipan yang panjangnya 5 baris atau lebih diketik berspasi 1 dengan mengosongkan 4 karakter dari kiri dengan jarak 1 spasi.
  3. Cara mengutip dengan kutipan. Cara mengacu atau mengutip tulisan orang lain dapat dilakukan sesuai dengan contoh berikut:

Ja’far   S. (1999) mengemukakan bahwa ……………….(lihat juga Dearden,1998).

Menurut Hongren (1998)…………, sedangkan Anthony (2000) lebih jauh menyatakan bahwa …………….

Kutipan tidak langsung, merupakan kutipan yang berisi pokok pikiran orang lain. Cara penulisannya seperti kutipan langsung yang kurang dari 5 baris.

Bahasa

Bahasa yang dipakai ialah Bahasa Indonesia yang baku dengan memperhatikan kaidah ejaan yang telah disempurnakan.

  1. Bentuk  kalimat  tidak  boleh  menampilkan  orang  pertama  atau  orang  yang kedua  (saya,  aku,  kami,  kita,  engkau  dan  lain-lain),  tetapi  disusun  dalam bentuk  pasif.   Kecuali, dalam penyajian ucapan terima kasih pada  kata pengantar.
  2. Istilah yang dipakai adalah istilah Indonesia atau yang sudah di Indonesiakan. Jika  terpaksa  harus  memakai  istilah  asing,  harus  diberi  garis  bawah  atau dicetak miring pada istilah tersebut.

Daftar Pustaka atau Bibliografi

Daftar  pustaka  ditempatkan  pada  akhir  teks,  disusun  secara  alfabetis  dan lengkap. Gelar akademik penulis tidak dicantumkan, nama belakang penulis didahulukan seandainya nama belakang tersebut merupakan nama keluarga. Berikut ini contoh penulisan daftar pustaka:

  • Amerika Akuntansi Association, Komite Konsep dan Standar Laporan Keuangan Eksternal. 1977. Pernyataan tentang Teori Akuntansi dan Teori Penerimaan. Sarasota, FL: AAA.
  • Demski, J. S., dan D. E. M. Sappington. 1989. Struktur hirarkis dan akuntansi pertanggungjawaban, Jurnal Akuntansi Penelitian 27 (Spring): 40-58.
  • Dye, R. B., dan R. Magee. 1989. Biaya Kontijensi untuk perusahaan audit. Kertas kerja, Northwestern University, Evansto, IL.
  • Indriantoro, N. 1993. Pengaruh Penganggaran Partisipatif Terhadap Prestasi Kerja dan Kepuasan Kerja dengan Locus of Control dan Dimensi Budaya sebagai Moderating Variabel. Ph.D. Disertasi. University of Kentucky, Lexington.
  • Naim, A. 1997. Analisis Penggunaan Akuntansi Biaya Produk Dalam Keputusan Harga oligopolistik. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia 12 (3): 43-50.
  • Porcano, T. M. 1984a. Keadilan distributif dan Kebijakan Pajak. Akuntansi Ulasan 59 (4): 619-636.
  • ——–. 1984b. Pengaruh Persepsi Kebijakan Pajak Niat Investasi Perusahaan. The Journal of American Association Perpajakan 6 (Fall): 7-19.
  • Pyndyk, R. S. dan D. L. Rubinfield. 1987.  Model ekonometrik & Forecasts Ekonomi, 3rd ed. NY: McGraw-Hill Publishing, Inc.
  • Levitt,T. 1991. “Marketing Myopia”. In B.M. Ennis and K.K. Cox (Eds). Marketing Classic:  A  Selection  of  Influential  Articles.  7th   Ed.  Boston.  Allyn  and Bacon. pp. 3-21.
  • Ja’far S.,. Muhammad. 1996. Pengaruh Perubahan Metode Penyusutan dan Tarfif PPh terhadap Laba Perusahaan (Pembandingan UU PPh Tahun 1983 dan UU PPh 1994). 
  • World Executive’s Digest. 1998. From The Fround Up. March. pp.26-30.

Tonokar 1999. “The Future of Accounting in the Context of E-Commerce”. http://www.msi.edu/e-e-commerce.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »